بنام
Ayu
Denpasar · 2024امید
Ayu, kamu bilang kamu takut, dan aku bilang aku juga, padahal yang pergi kamu.
Ibu menyiapkan bekal untukmu seperti kamu mau berangkat sekolah, bukan ke negeri orang. Kamu tertawa, lalu menangis, lalu tertawa lagi. Sekarang setiap pagi aku melihat foto-foto yang kamu kirim: salju pertama, kereta yang selalu tepat waktu, seragam perawatmu yang kebesaran. Aku tahu kamu lelah. Aku tahu kamu rindu sambal Ibu yang pedasnya keterlaluan. Tapi aku juga tahu kamu sedang menjadi orang yang dulu hanya kamu impikan di teras ini. Pulanglah kapan saja. Teras ini selalu menunggumu.
پورا خط پڑھیں